Akun Disuspend Indikasi Gestun di Marketplace ? Apa Maksud Indikasi Gestun Marketplace

Sebagai salah satu marketplace spesialis yang ada di Indonesia, kali ini kita akan membahas indikasi gestun di Marketplace. Apa itu indikasi gestun yang terjadi di marketplace ? Bagaimana bisa akun kita di suspend karena indikasi gestun di marketplace ? Untuk apa kebijakan larangan menggunakan platform marketplace untuk praktek gestun ? Akan kita bahas pada artikel indikasi gestun di marketplace ini.

 

Pertama kita harus mengenal terlebih dahulu apa itu gestun ? gestun sebetulnya adalah sebuah singkatan yang lazim digunakan oleh pengguna KARTU KREDIT yang berarti GESEK TUNAI. Itulah kenapa indikasi gestun di marketplace selalu melibatkan pembayaran dengan Kartu Kredit. Perlu diketahui juga sebelumnya, bahwa gesek tunai dengan kartu kredit akan menimbulkan biaya tambahan yang dikenakan oleh pihak penerbit kartu kredit kepada pengguna kartu kredit.

 

Lantas bagaimana indikasi gestun bisa terjadi di marketplace ? Praktek ini kurang tepat disebut sebagai “gestun”, karena pihak yang melakukan praktek ini tidak mendapatkan uang “tunai”. Lebih cocok apabila kita sebut dengan istilah “Mengkonversi nilai uang di Kartu Kredit menjadi SALDO PENJUAL”.

 

Bagaimana caranya ? Caranya adalah dengan melakukan pembelian barang (beberapa kasus barangnya fiktif, beberapa yang lain barangnya real) yang nantinya barang hasil penjualan barang tersebut akan masuk ke dalam SALDO PENJUAL. Memang apa yang salah dengan praktek tersebut ? bukankah praktek tersebut memang proses jual beli biasa ?

 

Betul, praktek tersebut adalah praktek jual beli biasa selama pembeli dan penjual adalah pihak yang berbeda. Beberapa kasus indikasi gestun marketplace dilakukan oleh oknum penjual dan pembeli yang sama (atau setidaknya memiliki indikasi kesamaan aktifitas akun).

 

 

Jadi si penjual, menjual barang dan dibeli sendiri oleh teman, kerabat atau bahkan keluarga untuk menkonversi harga barang yang dibeli dengan kartu kredit, menjadi SALDO PENJUAL.

 

Mengapa praktek tersebut dilarang ? Jawaban singkatnya adalah karena praktek tersebut melanggar kebijakan dari platform marketplace dan e-commerce. Apabila praktek tersebut dilakukan, pihak penerbit kartu kredit tidak akan mendapatkan keuntungan biaya tambahan dari transaksi gestun normal. Praktek tersebut juga termasuk dalam manipulasi sistem yang sudah langsung terlacak oleh pihak marketplace dan e-commerce yang ada di Indonesia.

 

Beberapa keluhan mengenai akun yang di suspend karena terindikasi gestun cukup banyak bisa dijumpai di forum – forum seperti MEDIA KONSUMEN. Kebanyakan individu yang melakukan praktek ini belum begitu memahami mengapa akun mereka di suspend. Rahasia dibalik algoritma marketplace yang dapat mengetahui praktek ini pun menjadi rahasia dari masing – masing platform marketplace.

 

Banner Website Xplod Company Retail & Wholesale Online Store
Banner Website Xplod Company Retail & Wholesale Online Store

 

Apabila kita melihat secara kasat mata, sebetulnya cukup mudah dipahami. Sedikit kesamaan dari akun – akun yang di suspend adalah akun baru yang hanya menjual sedikit barang tapi langsung laku. Iklan produk baru dibuat, tidak optimal dari segi judul, gambar, dan iklan tapi langsung laku dan terakhir harga barang sangat tinggi.

 

Platform marketplace sejatinya digunakan untuk praktek jual beli yang legal dan sah. Apabila tidak digunakan sebagaimana peruntukkannya, kita harus bersiap dengan segala konsekuensi yang mungkin terjadi. Tidak jarang pemilik akun yang di suspend harus menulis surat pembaca terbuka di media agar SALDO PENJUAL hasil dari pengkonversian kartu kredit atau indikasi gestun ini bisa kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *