Distributor Telur Solo, Bagaimana Proses dan Tahapan Biosintetis Telur ?

Proses pembentukan telur

Semua orang pasti kenal dengan bahan makanan yang satu ini, yakni telur ayam. Telur ayam yang merupakan Sumber Protein Hewani yang paling murah ini memiliki proses yang panjang untuk sampai ke tangan anda untuk selanjutnya anda olah di dapur rumah anda. Pada artikel ini kita akan membahas proses biosintetis telur, khususnya telur ayam.

 

Proses biosintetis telur tidak kurang memakan waktu lebih dari 23 jam. Proses biosintetis telur dimulai dengan pelepasan ovarium menuju infundibulum yang memerlukan waktu sekitar 15-30 menit. Setelah melewati infundibulum, bakal telur akan diteruskan ke magnum, pada organ ini akan terjadi pembentukan putih telur yang menyelimuti kuning telur dengan 4 lapisan yang berbeda – beda. Proses ini memerlukan waktu 2-3 jam.

Proses pembentukan telur
Proses pembentukan telur

Proses akan diteruskan ke Isthmus untuk dibentuk membran yang melapisi telur yang telah terbentuk, seperti pada proses di Magnum, pada proses ini waktu yang dibutuhkan antar 2 – 3 jam. Setelah membran terbentuk bakal telur akan menuju ke proses pembentukan kerabang telur yang juga merupakan proses paling lama dalam keseluruhan proses biosintetis telur.

Proses pembentukan kerabang telur memerlukan waktu sekitar 18 – 20 jam. Ketika telur telah terbentuk secara utuh, telur akan diteruskan ke Vagina dan akan terjadi ovoposisi sampai telur siap dikeluarkan. Seperti itulah proses biosintetis sebuah telur dari awal hingga akhir.

 

Xplod Company Distributor Telur Ayam di Solo, Sukoharjo dan Karanganyar

Distributor Telur di Solo, Perkembangan Konsumsi Telur Ayam di Indonesia

Perkembangan Konsumsi Telur Ayam

Sampai saat ini telur merupakan Sumber Protein Hewani yang paling murah dan mudah untuk didapatkan. Semakin tingginya kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya nutrisi dalam makanan yang dikonsumsi setiap hari, membuat konsumsi protein hewani ikut meningkat. Pada Artikel ini kita akan membahas perkembangan dan dinamika konsumsi telur ayam di indonesia.

 

Konsumsi telur di Indonesia tidak hanya mengalamai kenaikan, tetapi juga penurunan. Dalam kurun waktu 6 tahun terakhir, tingkat konsumsi masyarakat Indonesia akan telur ayam mengalami penurunan. Penurunan terjadi kemungkinan besar dikarenakan masyarakat Indonesia lebih memilih mengonsumsi telur ayam buras (telur ayam kampung) dibandingkan dengan telur ayam ras.

 

Perkembangan Konsumsi Telur Ayam
Perkembangan Konsumsi Telur Ayam

 

Hal ini terbukti dengan meningkatnya konsumsi masyarakat Indonesia akan telur ayam buras pada tahun 2015. Pada tahun 2015 tingkat konsumsi masyarakat Indonesia akan telur ayam buras meningkat hampir 50%.

 

Perkembangan Konsumsi Telur Ayam
Perkembangan Konsumsi Telur Ayam

Menurut data, konsumsi telur ayam ras pada tahun 2015 adalah 6,09kg/kapita/tahun. Konsumsi telur ayam buras pada tahun yang sama adalah 0,23kg/kapita/tahun. Tingkat konsumsi telur ayam buras memang jauh lebih kecil dibandingkan tingkat konsumsi telur ayam ras, hal ini disebabkan karena ketersediaan telur ayam ras memang lebih sedikit dan harga lebih mahal dibandingkan dengan telur ayam ras.

Xplod Company Distrubutor Telur Ayam di Solo, Sukoharjo dan Karanganyar

Distributor Telur di Solo, Perkembangan Harga Telur Ayam dari Dulu Hingga Sekarang

Distributor Telur Ayam di Solo, Sukoharjo dan Karanganyar

Telur merupakan Sumber Protein Hewani yang paling murah dan mudah untuk didapatkan, meskipun demikian harga telur terus berubah dari waktu ke waktu. Pada artikel ini kita akan membahas perkembangan harga telur ayam ras dan buras (ayam kampung) dari jaman dahulu hingga sekarang.

 

Harga telur ayam ras cenderung terus meningkat dari tahun 90an hingga sekarang. Telur ayam ras yang pada tahun 1983 masih berada di harga sekitar Rp 1.100/kg kini sudah berada di harga sekitar Rp 16.000 hingga Rp 19.000. Pertumbuhan harga telur ayam rata2 19,12% pertahun. Pertumbuhan harga telur ayam tertinggi terjadi pada tahun 1998 sebesar lebih dari 400% dari harga Rp 2800 menjadi sekitar Rp 14.000.

Meskipun harga telur ayam pertahun rata – rata mengalami kenaikan, namun harga telur ayam juga pernah mengalami penurunan, yakni pada tahun 2001. Pada tahun 2001 harga telur ayam mengalami penurunan sekitar 60% dari harga Rp 16.700 menjadi Rp 7.000

Perkembangan harga telur ayam
Perkembangan harga telur ayam

Untuk harga telur ayam buras (telur ayam kampung), peningkatan harga terjadi lebih signifikan. Hal ini disebabkan karena telur ayam buras memiliki kandungan gizi yang lebih baik dibandingkan dengan telur ayam ras. Ketersediaan stok telur ayam buras juga lebih sedikit dibandingkan dengan ketersediaan stok telur ayam ras, oleh sebab itu harga telur ayam buras perkilo cenderung lebih mahal dibandingkan dengan telur ayam ras.

Perkembangan harga telur ayam
Perkembangan harga telur ayam

 

Kenaikan harga telur ayam buras jika dilihat dari awal tahun 80an hingga sekarang, sudah mengalami banyak sekali kenaikan. Rata – rata kenaikan harga telur ayam buras pertahun adalah 11,46%. Sama hal nya dengan telur ayam ras, kenaikan harga telur ayam buras tertinggi terjadi pada tahun 1998. Pada tahun 1998 krisis ekonomi membuat banyak harga komoditas pangan menjadi naik, tidak terkecuali telur ayam.


Untuk mengetahui harga telur ayam terbaru silahkan klik Xplod Company, Distributor Telur Ayam di Solo. Harga telur ayam merupakan harga langsung dari produsen telur ayam yang akan kami distribusikan ke supplier dan pengecer di Kota Solo.

 

Baca Juga :

Perkembangan Konsumsi Telur Ayam di Indonesia

Informasi dan Update Harga Telur Ayam Terbaru

Xplod Company, Distributor dan Supplier Telur Ayam di Solo

Distributor dan Supplier Telur Ayam di Solo

Xplod Company, Distributor dan Supplier Telur Ayam di Solo – Setelah lebih dari 5 tahun berdiri dan mengelola penjualan barang secara grosir dan menjadi distributor beberapa barang kebutuhan rumah tangga, Xplod Company kini merambah penjualan telur ayam partai besar di Solo dan Sekitarnya.

Bekerja sama dengan beberapa peternakan ayam di Solo, beberapa daerah di Jawa Timur, serta di Bali membuat distribusi telur ayam kami tetap terjaga dan selalu stabil, baik dari segi harga maupun jumlah barang. Terlebih lagi lokasi kami di Jawa Tengah yang merupakan Sentra Produksi Telur Terbesar di Indonesia dan merupakan wilayah strategis untuk pemasaran, membuat distribusi telur ayam kami dapat merambah ke seluruh wilayah di Pulau Jawa.

 

Distributor Telur Ayam di Solo, Sukoharjo dan Karanganyar
Distributor Telur Ayam di Solo, Sukoharjo dan Karanganyar

 

Pemesanan dan pembelian telur ayam dapat kami layani secara langsung dengan datang ke alamat kami, atau pemesanan online melalui website dengan klik menu Contact Us. Anda dapat mengontak kami melalui beberapa alternatif pilihan untuk pemesanan dan pembelian telur ayam secara grosir.

 

Distributor Telur Ayam di Solo, Sukoharjo dan Karanganyar
Distributor Telur Ayam di Solo, Sukoharjo dan Karanganyar

 

Harga telur ayam akan kami update terus setiap minggu untuk memberikan informasi kepada anda mengenai harga telur ayam terbaru. Untuk minimal pembelian telur ayam kami melayani minimal 5 kotak yang terdiri dari 10 KG atau 15 KG.

 

Distributor Telur Ayam di Solo, Sukoharjo dan Karanganyar
Distributor Telur Ayam di Solo, Sukoharjo dan Karanganyar

 

Pembelian dari luar kota ongkos kirim akan disesuaikan dengan lokasi produsen telur ayam kami yang terdekat dengan kota anda, untuk meminimalkan ongkos kirim telur. Pembelian dari dalam kota Solo tidak dikenakan biaya atau Gratis dengan minimal pembelian 5 kotak. Pembelian dari Karisidenan Surakarta, seperti Klaten, Boyolali, Sragen, Sukoharjo dan Karanganyar menyesuaikan dengan jarak ke lokasi.


Pemesanan di hari kerja sebelum jam 12 siang akan kami layani hari itu juga, dan akan dikirim pada hari yang sama apabila stok kami dapat memenuhi pesanan anda. pemesanan setelah jam 12 siang akan kami layani pada hari yang sama, namun barang akan kami kirim keesokan paginya dengan konfirmasi terlebih dahulu. Pembelian lebih dari 5 kotak akan dikenakan sistem DP terlebih dahulu sebesar 20% yang dapat ditransfer melalui rekening kami.

Distributor Beras di Solo, Jenis Jenis dan Ras Tanaman Padi ( Oryza Sativa )

Distributor Beras di Solo, Sukoharjo dan Karanganyar

Beras merupakan makanan pokok di lebih dari 26 negara negara padat penduduk di dunia. Beras berasal dari tanaman padi ( Oryza Sativa L ) yang termasuk dalam famili graminae dan genus oryza. Tanaman padi sendiri dibedakan dalam 3 kategori ras, yakni Javanica, Japonica dan Indica.

 

Perbedaan jenis beras dapat kita lihat pada ciri fisik beras. Beras jenis Indica memiliki butir padi berbentuk lonjong panjang dengan rasa nasi pera, sedangkan beras jenis Japonica butirnya pendek dan bulat dengan rasa nasi pulen dan lengket. Beras jenis Indica memiliki masa tanam yang lebih pendek, tahan kekurangan air dan dipanen sekaligus karena butir padi mudah terlepas, sedangkan Japonica memiliki masa tanam yang lebih lama, tanaman berukuran tinggi dan dipanen satu persatu karena butir padi melekat kuat pada tangkainya.

 

Beras yang ada di Indonesia umunya dikategorikan atas varietas bulu dengan ciri bentuk butiran agak bulat sampai bulat, dan varietas cere dengan ciri bentuk butiran lonjong sampai sedang. Penamaan beras di Indonesia juga sering dilakukan berdasarkan daerah produksinya, seperti beras Rojolele dan Cianjut dari Jawa Barat, Siarias dari Sumatra Utara, Solok dari Sumatra Barat, Beras Empat bulan dari Sumatra Selatan, dll.

 

Sebagai bahan makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia, beras menyumbang 40 – 80% kalori dan 45 – 55% protein. Dikarenakan pentingnya beras dalam kehidupan masyarakat Indonesia, pemerintah gencar menempuh kebijakan untuk meningkatkan produksi pada di dalam negeri, antara lain melalui intensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi, dan rehabilitasi lahan pertanian.

 

Baca Juga :

Jenis Beras Kualitas Unggul di Asia Tenggara

Xplod Company, Distributor Beras 5 Kg