Serba Serbi Jual Beli Online, November 2019 Toko Online Xplod Company Dapat Mengaktfikan Anter Aja

Seluk beluk jual beli online di Tokopedia

Membahas seluk beluk dan serba serbi jual beli online di berbagai platform marketplace dan e-commerce yang ada di Indonesia. Pada informasi terbaru serba serbi jual beli online kali ini kami akan membahas ekspedisi pengiriman baru yang sudah dapat diaktifkan oleh toko kami di Tokopedia. Kami sebagai salah satu penjual di berbagai platform marketplace dan e-commerce di Indonesia, akan memberikan informasi terbaru seputar jual beli online secara lengkap dan up to date.

 

Membahas serba serbi jual beli online, tidak lengkap rasanya apabila kita tidak mengikuti perkembangan kerjasama antar marketplace dan e-commerce dengan ekspedisi. Ekspedisi sebagai salah satu ujung tombak dari jual beli online, merupakan salah satu perusahaan dengan perkembangan paling pesat pada beberapa tahun terakhir. Perkembangan pesat dan peluang yang terbuka lebar membuat banyak bermunculan ekspedisi baru yang langsung bekerja sama dengan marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak, Dll.

 

Pada artikel ini kita akan membahas ekspedisi Anteraja yang merupakan ekspedisi baru yang hadir di Indonesia. Anteraja mengawali kerjasama pengiriman dengan platform marketplace Tokopedia. Anteraja merupakan ekspedisi yang mulai bekerja sama dengan Tokopedia pada tahun 2019. Sama seperti Ekspedisi lainnya, Anteraja memiliki kantor di berbagai wilayah di Indonesia.

 

Kami sebagai salah satu penjual di Tokopedia, termasuk salah satu toko yang terlambat dalam menikmati fitur ini. Mengapa demikian, karena lokasi toko kami yang bukan berada di wilayah Kota Solo, membuat fitur ini di toko kami belum dapat segera di aktifkan. Baru pada awal Bulan November 2019 ini fitur ini mulai dapat kami nikmati di toko kami Xplod Cloth.

 

Seluk beluk jual beli online di Tokopedia
Seluk beluk jual beli online di Tokopedia

 

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya dalam Fitur COD dan Cashless, dalam info serba serbi jual beli online yang membahas ekspedisi Anteraja ini kita juga akan mengaitkannya dengan fitur diatas. Bentuk kerjasama antara Tokopedia dan Anteraja, menerapkan konsep Cashless atau penjual tidak perlu membayarkan ongkos kirim kepada pihak ekspedisi (Anteraja).

 

Bentuk kerjasama ini tentu saja meringankan beban kami selaku penjual, dengan tidak perlu mengeluarkan biaya ongkos kirim terlebih dahulu ketika mengirimkan paket. Pada awal Bulan November kami selaku penjual langsung mencoba fitur ini dan mulai mendapatkan pesanan dengan ekspedisi Anteraja.

 

Pengiriman pertama menggunakan Anteraja kami mencoba membawa paket ke Drop Point langsung yang berada di Kota Solo. Kami membawa paket langsung ke lokasi, agar mengetahui lokasi kantor dan Drop Point apabila nantinya terdapat kendala dan hambatan dalam mengirim barang. Penjual di Tokopedia sebetulnya tidak perlu mengirimkan langsung ke lokasi Drop Point karena kita hanya perlu melakukan permintaan pickup (request pickup) dari aplikasi atau seller center Tokopedia.

 

Ada satu yang cukup unik dan merupakan terobosan terbaru dalam serba serbi jual beli online sehubungan dengan ekspedisi Anteraja ini. Anteraja memiliki sprinter (kurir) yang membawa printer portable kecil pada saat pickup. Printer ini terhubung langsung ke smartphone si sprinter yang dapat langsung digunakan untuk menscan paket yang sudah tertera kode booking dan langsung mencetak resi ditempat, seketika ! Salah satu terobosan yang cukup bagus, mengingat sprinter biasanya hanya mengambil paket, tanpa kita (selaku penjual) mendapatkan bukti pickup.

 

Semoga terobosan dalam serba serbi jual beli online ini bisa diimbangi dengan konsistensi dan kredibilitas dari Anteraja yang telah bekerja sama dengan Tokopedia. Namun yang cukup disayangkan, pada saat artikel ini dibuat (November 2019) kami selaku penjual di wilayah Colomadu, Kabupaten Karanganyar belum tercover untuk pickup. Kami masih diharuskan untuk menyerahkan sendiri paket ke Anteraja. Namun kami yakin dalam beberapa bulan ke depan, wilayah toko kami Xplod Cloth di Colomadu akan masuk ke dalam area yang dapat di pickup oleh Anteraja.

 

Happy shoping with us ~

Seluk Beluk Jual Beli Online, Pembatasan Jumlah Pesanan di Lazada yang Pasti Belum Anda Ketahui

Seluk Beluk Jualan Online di Lazada

Membahas seluk beluk jual beli online dari berbagai platform marketplace dan e-commerce yang ada di Indonesia. Membahas serba – serbi berjualan produk secara online di berbagai platform marketplace dan e-commerce di Indonesia. Pada artikel ini kita akan membahas serba – serbi berjualan online di Lazada. Kita akan membahas pembatasan pesanan yang dapat terjadi pada seller atau penjual sebagai bentuk pinalti.

 

Semakin banyak platform marketplace dan e-commerce di Indonesia, membuat persaingan bisnis dari para penjual online semakin ketat. Semakin banyaknya individu maupun entitas bisnis yang mulai membuka toko di marketplace dan e-commerce memberikan berbagai dampak. Mulai dari dampak positif dari segi keberagaman produk, maupun dampak negatif persaingan harga yang variasi toko yang beraneka macam. Perkembangan ini memunculkan berbagai peraturan baru dalam penjualan produk di berbagai platform marketplace dan e-commercer. Kami sebagai salah satu penjual di martkeplace dan e-commerce akan membahas perkembangan kebijakan – kebijakan marketplace dan e-commerce terbaru.

 

Pada artikel ini kita akan membahas kebijakan dari Lazada yang baru – baru ini kami alami. Apabila anda memiliki toko online di Lazada dan baru memulai berjualan, kemungkinan anda belum mengalami kejadian ini seperti toko kami. Dalam seluk beluk berjualan online, kita mengetahui tentang indeks penilaian sebuah toko, mulai dari pemenuhan pesanan, pesanan tidak terselesaikan, presentase chat dibalas dll.

 

Dalam seluk beluk jual beli online ini kita akan membahas pembatasan pesanan yang terjadi di Lazada. Apa itu pembatasan pesanan ? pembatasan adalah jumlah maksimal pesanan yang dapat diterima oleh sebuah toko. Apakah semua toko mendapatkan pembatasan pesanan ketika berjualan di Lazada ? Jawabannya adalah TIDAK.

 

Pembatasan pesanan atau dikenal dengan OVL di Lazada dapat terjadi ketika sebuah toko melanggar indeks tertentu, yakni TINGKAT PESANAN TIDAK TERSELESAIKAN. Indeks ini merupakan presentase hitungan dari jumlah pesanan tidak terselesaikan di Toko kita dibagi dengan jumlah pesanan dalam kurun waktu tertentu dikali 100%.

 

Misal jumlah total pesanan dalam kurun waktu tertentu adalah 100 pesanan, apabila kita memiliki 5 pesanan tidak terselesaikan, maka indeks pesanan tidak terselesaikan di Toko kita adalah 5% (5/100 x 100%). Indeks ini akan menunjukkan angkat pesanan tidak terselesaikan dalam kurun waktu tertentu.

 

Seluk Beluk Jualan Online di Lazada
Seluk Beluk Jualan Online di Lazada

 

Lantas berapa batas aman pesanan tidak terselesaikan dalam sebuah toko ? JAWABANNYA ADALAH 10%. Anda harus menjaga tingkat pesanan tidak terselesaikan di Toko anda dibawah angka 10%. Apabila tingkat pesanan tidak terselesaikan di Toko anda lebih dari 10% anda akan mendapatkan pinalti berupa PEMBATASAN PESANAN. Berapa jumlah pembatasan yang dimaksud disini ?

 

Dalam artikel seluk beluk jual beli online ini, kita mengetahui bahwa pembatasan pesanan yang dilakukan oleh Lazada adalah 50% dari rata-rata jumlah pesanan harian toko kita. Apabila toko kita memiliki rata-rata jumlah pesanan perhari 30 pesanan, maka ketika anda terkena pinalti dan menerima pembatasan pesanan, toko anda hanya dapat menerima 15 pesanan dalam 1 hari.

 

Seluk beluk jual beli online di Lazada tersebut juga baru kami ketahui setelah kami mendapatkan poin pinalti karena jumlah pesanan tidak terselesaikan kami mencapai lebih dari 10%. Hal tersebut terjadi karena ada produk kami yang mengalami kehabisan stok, sedangkan stok biasa datang setiap minggu. Kami masih menerima pesanan akan produk tersebut sebelum akhirnya harus membatalkan pesanan karena stok yang tidak kunjung datang.

 

Dengan artikel seluk beluk jual beli online di Lazada ini, anda dapat mencegah terkena pinalti dan pembatasan pesanan apabila anda mulai berjualan online di Lazada. Pastikan pembatalan pesanan atau pesanan tidak terselesaikan anda tetap dibawah 10%. Lazada sebetulnya telah menulis kebijakan ini dalam peraturan mereka, hanya saja mayoritas dari penjual online tidak membacanya dan baru menyadari kebijakan ini setelah pembatasan pesanan terjadi.

 

Dalam seluk beluk jual beli online di Lazada ini, kebijakan Lazada tersebut sangat bisa dipahami. Marketplace terbesar di Asia Tenggara tersebut tentu saja ingin memberikan pengalaman belanja yang menyenangkan bagi konsumen di platform mereka. Dengan demikian Lazada harus mengeluarkan kebijakan untuk menjaga penjual / seller di platform mereka selalu menaati peraturan untuk kenyamanan belanja online di platform mereka. Pastikan anda memperbarui stok dan sebisa mungkin hindari membatalkan pesanan di Lazada dan tetap menjaga presentase pesanan tidak terselesaikan di toko anda dibawah 10%.

Serba Serbi Fitur Cashles, Fitur Tanpa Bayar Ongkir ke Ekspedisi dari Berbagai Marketplace

Grosir sandal kesehatan Glisten Swiss

Membahas seluk beluk dan serba serbi mengenai berjualan produk di marketplace dan e-commerce yang ada di Indonesia. Membahas informasi terbaru dan terupdate mengenai cara berjualan di marketplace dan e-commerce yang ada di Indonesia. Pada artikel ini kita akan membahas Fitur Cashless atau pengiriman tanpa biaya dari platform Lazada. Seperti yang sudah kita ketahui bersama,fitur Cashless berbeda dengan gratis ongkir. Fitur Cashless yang dapat digunakan oleh seller adalah fitur pengiriman produk melalui ekspedisi tanpa seller harus membayar ongkos kirim.

 

Dalam kasus ini marketplace maupun e-commerce tetap mengenakan tarif ongkir kepada konsumen, hanya saja ongkir tidak dibebankan kepada seller untuk membayarkan ongkir dari konsumen (pada saat mengirimkan produk) melainkan sebuah bentuk kerjasama dari pihak marketplace dengan pihak ekspedisi selaku perusahaan yang mengirimkan barang.

 

Apabila program gratis ongkir benar – benar menggratiskan ongkir kepada konsumen dan seller, pada program Cashless hanya seller lah yang tidak perlu membayarkan ongkir ke perusahaan ekspedisi tempat pengiriman paket. Lantas apa yang menarik dibahas dalam program Cashless ini ? yang pertama akan kita bahas adalah program Cashless yang dapat dikombinasikan dengan sistem pembayaran COD.

 

COD adalah metode pembayaran oleh konsumen yang akan dibayar pada saat barang sampai ditujuan (Cash on Delivery) atau ada-barang-ada-uang. Proses ini akan berjalan lancar apabila pembeli adalah benar – benar pihak yang akan membayar produk yang dibelinya dan pengiriman berhasil. Bagaimana dengan Order Fiktif atau pengiriman dengan status tidak terkirim dikarenakan suatu hal.

 

Grosir sandal kesehatan Glisten Swiss

 

Bukan rahasia umum lagi bahwa jual beli online jg banyak disalahgunakan oleh berbagai pihak demi kepentingan pribadi. Ada beberapa orang yang melakukan pesanan yang dialamatkan di alamat yang tidak tepat dengan no HP yang asal dan nama orang yang asal. Lantas bagaimana sistem pembayaran apabila kasus seperti ini terjadi.

 

Sebagai seller, apabila kita menerima order yang tidak terkirim atau dikenal dengan RTS (Return To Sender) kita tidak akan menderita kerugian karena kita tidak membayarkan ongkir. Kerugian yang terjadi pada pihak seller atau penjual adalah kerugian waktu dan tenaga karena telah membungkus paket dengan rapi dan mengirimkannya pada perusahaan ekspedisi pilihan konsumen tanpa berprasangka buruk.

 

Fitur COD di Marketplace
Fitur COD di Marketplace

 

Kerugian berupa opportunity cost dari produk kita juga mungkin terjadi. Apabila anda merupakan seller dengan jumlah stok terbatas dan menerima order fiktif, produk anda yang seharusnya dapat terjual dengan mendapatkan keuntungan akan kembali lagi kepada anda. Padahal ketika barang tersebut dalam proses pengiriman, bisa jadi akan ada orang yang ingin membelinya namun terpaksa dibatalkan karena stok anda habis.

 

Yang menarik untuk dibahas adalah siapa yang akan menanggung ongkir dari produk dengan order palsu tersebut ? Pihak yang paling dirugikan adalah pihak ekspedisi yang telah mengrimkan produk tersebut ke alamat tujuan namun ternyata tidak terkirim atau RTS dikarenakan suatu sebab. Bagaimana bentuk kerjasama perusahaan ekspedisi dengan marketplace terkait apabila hal tersebut terjadi ? menarik untuk dibahas. Apakah mereka akan membagi kerugian karena produk yang tidak terkirim 50 : 50 ataukah ada bentuk kerjasama khusus untuk barang tidak terkirim.

 

Sebagai seller kita tidak tahu bentuk kerjasama yang terjalin antara marketplace dan perusahaan ekspedisi yang bersangkutan, namun kita tidak perlu mengkhawatirkan kerugian dari pihak seller karena kita tidak harus mengeluarkan uang dan menderita kerugian financial. Skema ini sangat menarik diterapkan pada toko anda di berbagai platform.

 

Saat ini platform marketplace Shopee dan Lazada sudah dapat menggunakan fitur cashless dan COD ini. Tentu saja mereka telah memikirkan kemungkinan pesanan dan pengiriman RTS sebagai bagian dari kerjasama dengan perusahaan ekspedisi. Shopee sudah menerapkan fitur Cashless sejak pertama kali masuk ke Indonesia, namun fitur COD baru saja dapat digunakan pada awal tahun 2019 ini dan cukup banyak meningkatkan penjualan dari seller.

 

Lazada juga tidak kalah dengan shopee, mereka mulai bekerja sama dengan perusahaan ekspedisi dan mulai dapat menggunakan fitur Cashless dan COD mulai awal tahun 2019 ini. Untuk meningkatkan penjualan anda di kedua platform tersebut pastikan anda mengaktifkan fitur COD di toko anda. Fitur COD meningkatkan penjualan namun jg akan memiliki sedikit risiko yakni order fiktif dan pesanan tidak terkirim, namun rasio peningkatan penjualan dengan risiko ini tetap masih menguntungkan bagi seller.