Serba Serbi Fitur Cashles, Fitur Tanpa Bayar Ongkir ke Ekspedisi dari Berbagai Marketplace

Membahas seluk beluk dan serba serbi mengenai berjualan produk di marketplace dan e-commerce yang ada di Indonesia. Membahas informasi terbaru dan terupdate mengenai cara berjualan di marketplace dan e-commerce yang ada di Indonesia. Pada artikel ini kita akan membahas Fitur Cashless atau pengiriman tanpa biaya dari platform Lazada. Seperti yang sudah kita ketahui bersama,fitur Cashless berbeda dengan gratis ongkir. Fitur Cashless yang dapat digunakan oleh seller adalah fitur pengiriman produk melalui ekspedisi tanpa seller harus membayar ongkos kirim.

 

Dalam kasus ini marketplace maupun e-commerce tetap mengenakan tarif ongkir kepada konsumen, hanya saja ongkir tidak dibebankan kepada seller untuk membayarkan ongkir dari konsumen (pada saat mengirimkan produk) melainkan sebuah bentuk kerjasama dari pihak marketplace dengan pihak ekspedisi selaku perusahaan yang mengirimkan barang.

 

Apabila program gratis ongkir benar – benar menggratiskan ongkir kepada konsumen dan seller, pada program Cashless hanya seller lah yang tidak perlu membayarkan ongkir ke perusahaan ekspedisi tempat pengiriman paket. Lantas apa yang menarik dibahas dalam program Cashless ini ? yang pertama akan kita bahas adalah program Cashless yang dapat dikombinasikan dengan sistem pembayaran COD.

 

COD adalah metode pembayaran oleh konsumen yang akan dibayar pada saat barang sampai ditujuan (Cash on Delivery) atau ada-barang-ada-uang. Proses ini akan berjalan lancar apabila pembeli adalah benar – benar pihak yang akan membayar produk yang dibelinya dan pengiriman berhasil. Bagaimana dengan Order Fiktif atau pengiriman dengan status tidak terkirim dikarenakan suatu hal.

 

Grosir sandal kesehatan Glisten Swiss

 

Bukan rahasia umum lagi bahwa jual beli online jg banyak disalahgunakan oleh berbagai pihak demi kepentingan pribadi. Ada beberapa orang yang melakukan pesanan yang dialamatkan di alamat yang tidak tepat dengan no HP yang asal dan nama orang yang asal. Lantas bagaimana sistem pembayaran apabila kasus seperti ini terjadi.

 

Sebagai seller, apabila kita menerima order yang tidak terkirim atau dikenal dengan RTS (Return To Sender) kita tidak akan menderita kerugian karena kita tidak membayarkan ongkir. Kerugian yang terjadi pada pihak seller atau penjual adalah kerugian waktu dan tenaga karena telah membungkus paket dengan rapi dan mengirimkannya pada perusahaan ekspedisi pilihan konsumen tanpa berprasangka buruk.

 

Fitur COD di Marketplace
Fitur COD di Marketplace

 

Kerugian berupa opportunity cost dari produk kita juga mungkin terjadi. Apabila anda merupakan seller dengan jumlah stok terbatas dan menerima order fiktif, produk anda yang seharusnya dapat terjual dengan mendapatkan keuntungan akan kembali lagi kepada anda. Padahal ketika barang tersebut dalam proses pengiriman, bisa jadi akan ada orang yang ingin membelinya namun terpaksa dibatalkan karena stok anda habis.

 

Yang menarik untuk dibahas adalah siapa yang akan menanggung ongkir dari produk dengan order palsu tersebut ? Pihak yang paling dirugikan adalah pihak ekspedisi yang telah mengrimkan produk tersebut ke alamat tujuan namun ternyata tidak terkirim atau RTS dikarenakan suatu sebab. Bagaimana bentuk kerjasama perusahaan ekspedisi dengan marketplace terkait apabila hal tersebut terjadi ? menarik untuk dibahas. Apakah mereka akan membagi kerugian karena produk yang tidak terkirim 50 : 50 ataukah ada bentuk kerjasama khusus untuk barang tidak terkirim.

 

Sebagai seller kita tidak tahu bentuk kerjasama yang terjalin antara marketplace dan perusahaan ekspedisi yang bersangkutan, namun kita tidak perlu mengkhawatirkan kerugian dari pihak seller karena kita tidak harus mengeluarkan uang dan menderita kerugian financial. Skema ini sangat menarik diterapkan pada toko anda di berbagai platform.

 

Saat ini platform marketplace Shopee dan Lazada sudah dapat menggunakan fitur cashless dan COD ini. Tentu saja mereka telah memikirkan kemungkinan pesanan dan pengiriman RTS sebagai bagian dari kerjasama dengan perusahaan ekspedisi. Shopee sudah menerapkan fitur Cashless sejak pertama kali masuk ke Indonesia, namun fitur COD baru saja dapat digunakan pada awal tahun 2019 ini dan cukup banyak meningkatkan penjualan dari seller.

 

Lazada juga tidak kalah dengan shopee, mereka mulai bekerja sama dengan perusahaan ekspedisi dan mulai dapat menggunakan fitur Cashless dan COD mulai awal tahun 2019 ini. Untuk meningkatkan penjualan anda di kedua platform tersebut pastikan anda mengaktifkan fitur COD di toko anda. Fitur COD meningkatkan penjualan namun jg akan memiliki sedikit risiko yakni order fiktif dan pesanan tidak terkirim, namun rasio peningkatan penjualan dengan risiko ini tetap masih menguntungkan bagi seller.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *