Seluk Beluk Jual Beli Online, Pembatasan Jumlah Pesanan di Lazada yang Pasti Belum Anda Ketahui

Membahas seluk beluk jual beli online dari berbagai platform marketplace dan e-commerce yang ada di Indonesia. Membahas serba – serbi berjualan produk secara online di berbagai platform marketplace dan e-commerce di Indonesia. Pada artikel ini kita akan membahas serba – serbi berjualan online di Lazada. Kita akan membahas pembatasan pesanan yang dapat terjadi pada seller atau penjual sebagai bentuk pinalti.

 

Semakin banyak platform marketplace dan e-commerce di Indonesia, membuat persaingan bisnis dari para penjual online semakin ketat. Semakin banyaknya individu maupun entitas bisnis yang mulai membuka toko di marketplace dan e-commerce memberikan berbagai dampak. Mulai dari dampak positif dari segi keberagaman produk, maupun dampak negatif persaingan harga yang variasi toko yang beraneka macam. Perkembangan ini memunculkan berbagai peraturan baru dalam penjualan produk di berbagai platform marketplace dan e-commercer. Kami sebagai salah satu penjual di martkeplace dan e-commerce akan membahas perkembangan kebijakan – kebijakan marketplace dan e-commerce terbaru.

 

Pada artikel ini kita akan membahas kebijakan dari Lazada yang baru – baru ini kami alami. Apabila anda memiliki toko online di Lazada dan baru memulai berjualan, kemungkinan anda belum mengalami kejadian ini seperti toko kami. Dalam seluk beluk berjualan online, kita mengetahui tentang indeks penilaian sebuah toko, mulai dari pemenuhan pesanan, pesanan tidak terselesaikan, presentase chat dibalas dll.

 

Dalam seluk beluk jual beli online ini kita akan membahas pembatasan pesanan yang terjadi di Lazada. Apa itu pembatasan pesanan ? pembatasan adalah jumlah maksimal pesanan yang dapat diterima oleh sebuah toko. Apakah semua toko mendapatkan pembatasan pesanan ketika berjualan di Lazada ? Jawabannya adalah TIDAK.

 

Pembatasan pesanan atau dikenal dengan OVL di Lazada dapat terjadi ketika sebuah toko melanggar indeks tertentu, yakni TINGKAT PESANAN TIDAK TERSELESAIKAN. Indeks ini merupakan presentase hitungan dari jumlah pesanan tidak terselesaikan di Toko kita dibagi dengan jumlah pesanan dalam kurun waktu tertentu dikali 100%.

 

Misal jumlah total pesanan dalam kurun waktu tertentu adalah 100 pesanan, apabila kita memiliki 5 pesanan tidak terselesaikan, maka indeks pesanan tidak terselesaikan di Toko kita adalah 5% (5/100 x 100%). Indeks ini akan menunjukkan angkat pesanan tidak terselesaikan dalam kurun waktu tertentu.

 

Seluk Beluk Jualan Online di Lazada
Seluk Beluk Jualan Online di Lazada

 

Lantas berapa batas aman pesanan tidak terselesaikan dalam sebuah toko ? JAWABANNYA ADALAH 10%. Anda harus menjaga tingkat pesanan tidak terselesaikan di Toko anda dibawah angka 10%. Apabila tingkat pesanan tidak terselesaikan di Toko anda lebih dari 10% anda akan mendapatkan pinalti berupa PEMBATASAN PESANAN. Berapa jumlah pembatasan yang dimaksud disini ?

 

Dalam artikel seluk beluk jual beli online ini, kita mengetahui bahwa pembatasan pesanan yang dilakukan oleh Lazada adalah 50% dari rata-rata jumlah pesanan harian toko kita. Apabila toko kita memiliki rata-rata jumlah pesanan perhari 30 pesanan, maka ketika anda terkena pinalti dan menerima pembatasan pesanan, toko anda hanya dapat menerima 15 pesanan dalam 1 hari.

 

Seluk beluk jual beli online di Lazada tersebut juga baru kami ketahui setelah kami mendapatkan poin pinalti karena jumlah pesanan tidak terselesaikan kami mencapai lebih dari 10%. Hal tersebut terjadi karena ada produk kami yang mengalami kehabisan stok, sedangkan stok biasa datang setiap minggu. Kami masih menerima pesanan akan produk tersebut sebelum akhirnya harus membatalkan pesanan karena stok yang tidak kunjung datang.

 

Dengan artikel seluk beluk jual beli online di Lazada ini, anda dapat mencegah terkena pinalti dan pembatasan pesanan apabila anda mulai berjualan online di Lazada. Pastikan pembatalan pesanan atau pesanan tidak terselesaikan anda tetap dibawah 10%. Lazada sebetulnya telah menulis kebijakan ini dalam peraturan mereka, hanya saja mayoritas dari penjual online tidak membacanya dan baru menyadari kebijakan ini setelah pembatasan pesanan terjadi.

 

Dalam seluk beluk jual beli online di Lazada ini, kebijakan Lazada tersebut sangat bisa dipahami. Marketplace terbesar di Asia Tenggara tersebut tentu saja ingin memberikan pengalaman belanja yang menyenangkan bagi konsumen di platform mereka. Dengan demikian Lazada harus mengeluarkan kebijakan untuk menjaga penjual / seller di platform mereka selalu menaati peraturan untuk kenyamanan belanja online di platform mereka. Pastikan anda memperbarui stok dan sebisa mungkin hindari membatalkan pesanan di Lazada dan tetap menjaga presentase pesanan tidak terselesaikan di toko anda dibawah 10%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *