Praktek Dropshipper Nakal yang Melakukan Duplikasi dan Copy Paste Iklan di Shopee

Akhir – akhir ini di salah satu marketplace di Indonesia, yakni Shopee terdapat banyak sekali praktek duplikasi iklan dan copy paste iklan dari penjual lain. Praktek ini dikenal dengan istilah scrapping. Praktek scrapping sebetulnya hampir mirip dengan model berjualan dengan sistem dropship dimana penjual hanya menjual produk dari toko lain dengan menaikkan harga.

 

Lantas apa perbedaan scrapper dan dropship. Dropship merupakan bentuk penjualan pihak ketiga yang menjual kembali produk dari penjual lain. Praktek ini sah – sah saja apabila tidak melanggar norma – norma dan etika dalam berbisnis baik dari pihak penjual asli, dropshipper dan customer. Permasalahan yang muncul saat ini adalah praktek scrapper atau copy paste dan duplikasi iklan.

 

Praktek ini banyak sekali terjadi di marketplace Shopee, salah satu marketplace terbesar di Indonesia. Copy paste dan duplikasi iklan dilakukan dengan menggunakan software. Copy paste dan duplikasi iklan ini sangat merugikan banyak pihak terutama bagi penjual yang iklannya di copy paste dan di duplikasi.

 

Penjual yang bekerja keras untuk mengambil gambar produk, membuat deskripsi produk agar mudah dipahami oleh calon konsumen, dan mengedit produk untuk menyesuaikan dengan kebutuhan marketplace di duplikasi tanpa seizin pemilik merupakan sebuah pelanggaran etika bisnis dan melanggar hukum.

 

Pihak marketplace harus lebih meningkatkan keamanan platformnya agar mampu menganggulangi dan mencegah praktek merugikan ini. saat ini sudah terdapat fitur yang tersedia di banyak marketplace untuk melaporkan praktek ini untuk selanjutnya iklan duplikasi akan dihapus. Namun sayangnya penjual yang melakukan praktek ini masih banyak ditemukan dan tidak dilakukan tindakan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *