Fitur COD di Marketplace, Pedang Bermata Dua Bagi Penjual dan Ekspedisi

Sebagai salah satu penjual di platform Marketplace di Indonesia, kami akan memberikan informasi terbaru mengenai seluk beluk perkembangan marketplace di Indonesia. Kami memberikan tips dan trik berjualan di marketplace, tips sukses berjualan di marketplace, tips menggunakan marketplace untuk berjualan online secara efektif, dan berbagai tips dan trik berjualan online lainnya.

 

Pada artikel ini kita akan membahas fitur yang baru mulai menjadi trend di akhir tahun 2018 ini yakni fitur COD di beberapa marketplace di Indonesia. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, fitur COD atau Cash On Delivery adalah fitur pembelian produk di marketplace dengan MEMBAYAR PRODUK PADA SAAT BARANG YANG KITA PESAN TELAH SAMPAI KE ALAMAT KITA.

 

Kita tidak akan membahas prosedur dan cara penggunaan fitur ini, karena masing – masing marketplace memiliki prosedur COD pada platform marketplace mereka. Kita akan membahas kerugian dan kelemahan fitur COD ini dari sudut pandang penjual yang dirugikan.

 

 




 

Mengapa dikatakan “DIRUGIKAN” ? Rupanya fitur COD ini membuka peluang untuk “Orang Iseng” melakukan penipuan dan perbuatan tidak terpuji. Banyak penjual yang mengeluhkan fitur COD banyak digunakan orang lain untuk melakukan order fiktif di toko penjual.

 

Order fiktif tersebut kita bahas dalam 2 bahasan, pertama Order Fiktif Dengan Alamat Asal. Praktek ini merupakan praktek yang paling banyak dilakukan oleh pelaku pemesan produk iseng dengan fitur COD. Pelaku membeli produk dengan memberikan alamat palsu, nama pembeli palsu dan no Hp palsu.

 

Bahasan Selanjutnya pada Artikel : Fitur COD Meningkatkan Risiko Berjualan Online

 

Bagaimana praktek ini bisa terjadi ? Pembelian dengan metode COD TIDAK mengharuskan pembeli membayarkan dan mentransfer sejumlah uang, hal ini banyak dilakukan oleh “Orang Iseng” untuk mengerjai penjual di marketplace dengan melakukan pembelian palsu. Alamat dibuat secara asal, dengan nama dan no Hp asal. Praktek ini saat ini cukup banyak terjadi seiring dengan munculnya fitur COD di beberapa marketplace di Indonesia

 

 




 

 

Apa keuntungan melakukan hal seperti ini ? “Orang Iseng” yang melakukan praktek seperti ini mendapatkan kepuasan dari mengerjai orang lain dan membuat orang lain menderita kerugian. “Orang Iseng” ini tidak kehilangan apapun dan tidak bisa dilacak, dikarenakan menggunakan alamat asal, nama asal, dan no Hp asal.

 

Jangan mencoba melakukan praktek ini, karena ke depan pelaku order fiktif dapat dilacak melalui email yang digunakan

 

Pihak yang paling dirugikan pada praktek ini sebenarnya bukanlah penjual, melainkan pihak ekspedisi yang jasanya digunakan oleh “Orang Iseng” ini. Ekspedisi yang sudah susah payah mengirimkan produk ke wilayah terkait, kesulitan menemukan alamat dan nama pembeli, dikarenakan alamat yang diberikan memang palsu. Tidak hanya itu, biasanya no Hp yang diinput dan dimasukkan dalam pesanan merupakan no Hp palsu yang biasanya tidak aktif atau no Hp acak seseorang yang tidak tahu menahu no nya dipakai oleh orang lain secara acak.

 

Baca Juga : Tips Bagi Penjual di Marketplace Terhindar dari Praktek Nakal Order Fiktif

 

Bagaimana cara mencegah praktek order fiktif ini ? Bahasan lengkap mengenai topik ini akan kami bahas pada artikel yang dapat anda baca diatas. Secara singkat terdapat 2 cara yang dapat digunakan agar terhindar dari praktek ini.

 

Pertama, sebagai penjual anda dapat memilih mematikan fitur COD dan hanya menerima pembelian dengan sistem bayar langsung atau transfer. Hal ini akan membuat anda aman dari praktek order fiktif di marketplace, namun juga akan berdampak pada penurunan jumlah penjualan di toko anda, karena calon pembeli asli yang ingin benar – benar ingin membeli produk dari toko anda dengan fitur COD akan berpaling ke toko lain yang menyediakan fitur COD. Keuputusan untuk mematikan fitur COD ini terserah kepada anda sang pemilik toko.

 

Kedua, pihak marketplace harus meningkatkan keamanan dengan fitur login dan mendaftar terlebih dahulu untuk dapat membeli produk di platform mereka. Fitur login akan membuat pelaku order fiktif berpikir ulang untuk melakukan praktek ini dikarenakan email akan diblokir dan dapat dilacak pemiliknya hingga ke alamat pemilik email tersebut. Apabila terdapat laporan kepada pihak berwajib bahwa sang pemilik email atau “Orang Iseng” ini melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum dan undang – undang ITE, pelaku dapat ditahan dan menerima hukaman sesuai dengan undang – undang yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *