Fitur COD di Marketplace Meningkatkan Risiko Berjualan Online ?

Sebagai salah satu penjual di platform marketplace di Indonesia, kami akan memberikan informasi terbaru mengenai seluk beluk berjualan online di Platform Marketplace yang ada di Indonesia. Kami memberikan tips dan trik berjualan di marketplace terbaru dan terupdate Desember 2018. Pada artikel ini kita masih akan membahas fitur COD yang ada di hampir semua platform marketplace yang ada di Indonesia.

 

Seperti yang sudah kami tulis sebelumnya pada artikel Fitur COD di Marketplace, pada artikel ini kita akan membahas fitur COD yang dinilai cukup merugikan banyak pihak. Selain fitur COD yang banyak digunakan untuk melakukan order fiktif, banyak juga calon konsumen yang sebenarnya menggunakan fitur COD ini secara benar, yakni melakukan pembelian produk namun ingin membayar dirumah saja.

 

Hal ini bermanfaat sekali bagi masyarakat atau calon pembeli di toko online yang tidak memiliki rekening dan atm di sebuah bank. Fitur COD juga dinilai lebih aman bagi calon customer karena melihat kondisi barang secara riil terlebih dahulu sebelum akhirnya melakukan pembayaran secara cash.




 

Di balik semua keunggulan dan kemudahan yang ditawarkan, fitur COD juga cukup rentan bagi penjual di marketplace. Mengapa disebut rentan ? pertama karena fitur COD ini banyak digunakan untuk melakukan order fiktif dengan alamat, nama dan no hp yang asal ( Seperti yang sudah kami tulis sebelumnya di Artikel Fitur COD di Marketplace, Pedang Bermata Dua Bagi Penjual dan Ekspedisi ) kedua karena tidak ada yang menjamin bahwa calon customer tersebut akan mau menerima dan membayar produk yang sudah dikirimkan sampai ke alamat. Mengapa demikian ?

 

Kami telah menanyakan berbagai alasan sebuah produk kembali kepada penjual atau RETURN TO SENDER kepada pihak ekspedisi yang mengantarkan produk tersebut ke alamat yang tepat. Alasan yang paling umum terjadi adalah calon pembeli yang dihubungi tidak berada di tempat. Pihak ekspedisi yang sudah mengantar paket sampai ke alamat yang dituju tidak dapat bertemu dengan pembeli yang namanya tercantum pada paket, kemudian ketika ditelfon, pembeli tersebut menyatakan tidak dapat menerima paket tersebut dengan berbagai alasan.

 

 



 

Prosedur sebuah perusahaan ekspedisi untuk mengirim paket sudah sangat bagus. Pertama, apabila penerima tidak berada di tempat, paket akan diberikan kepada pihak keluarga atau kerabat yang ada pada alamat tertera. Kedua, apabila tidak ada orang pada alamat yang tertera, pihak ekspedisi akan mengonfirmasi melalui no telfon yang tertera pada paket. Ketiga apabila no telfon tidak dapat dihubungi atau penerima tidak dapat menerima paket pada saat itu, paket akan disimpan di kantor ekspedisi untuk dikirimkan kembali keesokan harinya.

 

Sangat kecil kemungkinan paket tersebut tidak sampai ke tangan pembeli apabila no hp dan alamat yang tertera sudah benar. Namun kenyataannya cukup banyak paket dengan metode pembayaran COD yang kembali ke pengirim atau RETURN TO SENDER. Hal ini disebabkan karena pembeli sebenarnya tidak ada keinginan untuk membayar produk yang sudah dibeli dikarenakan berbagai alasan.

 

 




Pertama, pembeli hanya menuruti kepuasan berbelanja sesaat pada saat melakukan pembelian produk namun lupa menganggarkan uang untuk membayar produk yang sudah terlanjut dikirim. Kedua, pembeli berubah pikiran dan tidak berkeinginan untuk membayar produk yang sudah dipesan. Hal ini umum terjadi pada pembelian produk mewah dengan harga jutaan seperti Smartphone dan berbagai produk mewah lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *