Distributor Beras Solo, Seluk Beluk dan Pengetahuan Seputar Beras Cepat Masak atau Beras Instan

Beras merupakan bahan makanan pokok bagi lebih dari separuh masyarakat di seluruh dunia. Dengan perkembangan teknologi yang pesat pada masa ini, muncul berbagai inovasi baru dalam menyediakan bahan makanan pokok bagi lebih dari 90% masyarakat Indonesia ini. Salah satunya adalah nasi instan.

 

Nasi instan dikembangkan sebagai salah satu alternatif cara memasak beras menjadi nasi, dengan cara cepat dan tidak memakan waktu lama. Beras instan semakin banyak dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di kota besar dengan rutinitas yang sibuk.

 

Distributor Beras di Solo, Sukoharjo dan Karanganyar
Distributor Beras di Solo, Sukoharjo dan Karanganyar

 

Nasi yang dimasak dari beras biasa, memerlukan waktu hingga pemasakan antara 20 – 30menit sampai pada tingkat pematangan yang dapat dikonsumsi. Apabila ditambah dengan proses perendaman, pencucian dan pengukusan, waktu total pengolahan beras menjadi nasi bisa mencapai 60menit.

 

Beras instan atau beras cepat tanak memiliki ciri fisik yang berbeda dengan beras biasa. Beras cepat tanak dibuat berpori – pori yang dimaksudkan agar air panas atau uap lebih cepat masuk ke dalam dan mengakibatkan waktu pemasakan menjadi jauh lebih cepat. Nasi yang telah dikeringkan mampu menyerap air dalam jumlah besar. Hal inilah yang digunakan sebagai dasar pembuatan nasi instan.

 

Nasi Instan dibuat dengan pemasakan awal (pre-cooking) dan digelantinisasi dengan menggunakan air panas atau uap air. Proses pemasakan awal (pre-cooking) akan menghasilkan beras matang atau beras setengah matang. Beras matang atau setengah matang tersebut selanjutnya dikeringkan sedemikian rupa, sehingga diperoleh butir – butir beras kering yang berpori – pori.

 

Distributor Beras di Solo, Sukoharjo dan Karanganyar
Distributor Beras di Solo, Sukoharjo dan Karanganyar

 

Nasi Instan harus dapat disiapkan dalam waktu kurang dari 5 menit. Nasi Instan juga harus memiliki rasa, aroma dan tekstur seperti nasi biasa. Nasi Instan juga harus memiliki kandungan gizi yang sama dengan nasi biasa. Sejak awal tahun 70’an, perusahaan makanan asal Jepang Nissin Food Company yang berlokasi di Osaka telah mengembangkan nasi instan yang disebut dengan Cup Rice. Cup Rice dari perusahaan Nissin Food mampu memenuhi sebagian besar dari persyaratan beras instan diatas.

 

Cup Rice maupun bentuk beras instan lainnya, kini telah banyak beredar khususnya di negara maju. Di Indonesia sendiri produk beras / nasi instan masih belum terlalu banyak beredar dibandingkan dengan produk beras / nasi biasa, namun diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah seiring dengan perkembangan penduduk Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *