Peluang Bisnis Ketika Pandemi Corona, Produk Jahe Merah Laris Manis di Marketplace

Peluang Bisnis Ketika Pandemi Corona

Peluang bisnis ketika pandemi Corona – Sebelumnya kita membahas peluang bisnis ketika pandemi Corona mengenai produk masker dan hand sanitizer. Artikel ini akan membahas kenaikan penjualan produk jahe merah.

 

Sebagai salah satu toko online yang memiliki toko di marketplace dan e-commerce yang ada di Indonesia, kami akan memberikan informasi terbaru mengenai peluang bisnis ketika pandemi Corona terutama produk yang dapat dijual secara online.

 

Peluang bisnis ketika pandemi Corona di awal tahun 2020 cukup banyak dan beragam. Setelah pada artikel sebelumnya kita membahas produk Masker yang dapat anda baca informasinya DISINI. Kita juga sudah membahas mengenaik produk Hand Sanitizer beserta beberapa produk pendukungnya yang dapat anda baca DISINI. Kali ini kita akan membahas produk yang dipercaya berkhasiat untuk menaikkan imunitas dan menjaga daya tahan tubuh secara alami, yakni JAHE.

 

Jahe terutama Jahe Merah mencatatkan penjualan yang meningkat tajam di beberapa platform marketplace dan e-commerce yang ada di Indonesia. Jahe merah mengalami kenaikan permintaan yang signifikan dikarenakan banyak dikonsumsi masyarakat ketika pandemi Corona berlangsung.

 

Peluang Bisnis Ketika Pandemi Corona
Peluang Bisnis Ketika Pandemi Corona

 

Tidak hanya mengalami kenaikan penjualan, Jahe Merah juga mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi dari harga normal. Kenaikan harga ini tentu saja dipicu oleh kenaikan permintaan yang selalu berbanding lurus. Tidak hanya harga dan permintaannya saja yang mengalami kenaikan, penjualan Jahe Merah di beberapa platfrom seperti TOKOPEDIA juga mengalami kenaikan siginifikan.

 

Kenaikan penjualan Jahe Merah ini memberikan peluang bisnis ketika pandemi Corona terjadi di Indonesia. Di Pasar Legi Kota Solo sendiri, dimana dicap sebagai pasar empon – empon dan bumbu dapur terbesar di Indonesia, kenaikan penjualan meningkat tajam. Hal ini memberikan berkah dan rejeki tersendiri bagi penjual Jahe Merah di Pasar Legi Solo.

 

Tidak hanya menjadi berkah bagi penjual dan pedagang skala besar seperti di Pasar Legi Solo, berkah penjualan Jahe Merah juga dirasakan oleh pedagang skala menengah dan kecil terutama di marketplace dan e-commerce di Indonesia. Penjualan Jahe Merah di beberapa toko online juga mengalami kenaikan cukup signifikan.

 

Demikian tadi adalah sedikit informasi mengenai peluang bisnis ketika pandemi Corona berlangsung di Indonesia. Pandemi Corona nampaknya juga dapat membawa berkah bagi sebagian orang dan memunculkan peluang bisnis di tengah pandemi Corona. Dapatkan lebih banyak informasi mengenai peluang bisnis ketika pandemi Corona dalam beberapa postingan website kami berikutnya.

Peluang Bisnis Ketika Pandemi Corona, Produk Terlaris Selama Pandemi Corona | Xplod Company

Grosir Botol Plastik Kemasan Minuman 250ml

Melihat peluang bisnis ketika pandemi Corona – Sebelumnya kita membahas mengenai peluang bisnis ketika pandemi Corona tentang masker. Artikel ini kita akan membahas peluang bisnis ketika pandemi Corona lainnya.

 

Sebagai salah satu toko online di berbagai platform marketplace dan e-commerce kita akan membahas peluang bisnis ketika pandemi Corona yang terjadi pada awal tahun 2020 ini. Peluang bisnis ketika pandemi Corona muncul cukup beragam, mulai dari peluang bisnis yang berhubungan dengan masker yang dapat anda BACA DISINI.

 

Hingga peluang bisnis menjual hand sanitizer. Pada artikel ini kita akan membahas peluang bisnis ketika pandemi Corona yang berhubungan dengan hand sanitizer berikut semua aspek yang mendukung produk hand sanitizer.

 

Mengapa pandemi Corona memunculkan peluang bisnis yang berkaitan dengan hand saitizer ? Jawabannya tentu saja karena hand sanitizer merupakan produk yang cukup banyak dicari ketika pandemi Corona.

 

Produk hand sanitizer cukup banyak dicari karena dianjurkan untuk digunakan, demi mencegah penyebaran virus Corona di Indonesia. Kenyataannya di lapangan, tidak hanya penjualan hand sanitizer saja yang mengalami kenaikan tajam, namun juga beberapa produk pendukung hand sanitizer. Peluang bisnis ketika pandemi Corona tidak hanya menjual hand sanitizer namun juga segala keperluan dalam pembuatannya.

 

Hand sanitizer produk pabrikan seperti Dettol dan Antis tentu saja sudah ludes terjual dimana – mana. Solusi dari permasalahan ini adalah banyaknya orang yang mulai memproduksi hand sanitizer sendiri sesuai dengan komposisi sesuai arahan dari WHO. Arahan dari WHO untuk membuat hand sanitizer tidak terlepas dari bahan – bahan pembuatnya terutama alkohol.

 

Tercatat toko kimia yang menjual alkohol dan bahan kimia lainnya mengalami kenaikan penjualan secara drastis. Beberapa toko alkohol dan bahan kimia di Kota Solo bahkan harus membatasi penjualan dikarenakan pesanan yang membludak. Namun siapa sangka produk pendukung lainnya juga mengalami lonjakan permintaan, seperti Botol Spray dan Botol Pump yang banyak digunakan sebagai tempat menampung hand sanitizer.

 

Penjual botol plastik kemasan seperti kami, mengalami kenaikan penjualan yang signifikan hingga harus kehabisan stok botol spray, botol pump dan berbagai jenis botol kemasan lainnya pada masa – masa awal pandemi Corona berlangsung. Setelah produk botol spray dan pump terjual habis selanjutnya botol kemasan minuman pun mulai dilirik sebagai alternatif untuk menampung produk hand sanitizer.

 

Grosir Botol Plastik Kemasan Minuman 250ml
Grosir Botol Plastik Kemasan Minuman 250ml

 

Berlanjut ke produk pendukung hand sanitizer selanjutnya, peluang bisnis ketika pandemi Corona adalah ember penampung air untuk cuci tangan.

 

Tidak hanya botol yang laris manis di pasaran untuk hand sanitizer dan keperluan kebersihan tangan, tampaknya trend gaya hidup sehat dengan mencuci tangan juga merambah produsen tempat penampungan air, terutama ember dan gentong air.

 

Gentong air banyak dimodifikasi dengan menggunakan kran yang dapat digunakan secara portable. Produk ini muncul sebagai peluang bisnis ketika pandemi Corona yang cukup laris manis di pasaran. Ember dan tempat penampungan air yang tersedia mulai dari kapasitas kecil 5 liter hingga yang paling besar. Ember air portable dengan kran ini banyak digunakan oleh rumah tangga dan toko – toko kecil sebagai tempat cuci tangan.

 

Itulah tadi sekilas mengenai peluang bisnis ketika pandemi Corona yang berlangsung pada awal tahun 2020 ini. Kami akan terus memberikan perkembangan mengenai trend bisnis terbaru baik online maupun offline. Informasi mengenai trend dan peluang bisnis ketika pandemi Corona ini dapat digunakan untuk rujukan bagi Anda yang ingin memulai usaha di tengah pandemi Corona.

Melihat Peluang Bisnis Ketika Pandemi Corona, Apa Saja Sih Produk Terlaris di Masa Pandemi Ini ?

Xplod Techno Corp IT Consultant

Melihat peluang bisnis ketika pandemi Corona. Kami membahas seluk beluk mengenai peluang bisnis dan berbagai informasi terbaru seputar bisnis.

 

Pada awal tahun 2020 ini kita melihat sebuah fenomena yang tidak pernah kita jumpai sebelumnya yakni Pandemi Virus Covid-19 atau dikenal dengan Virus Corona. Pandemi ini membawa banyak dampak pada berbagai sektor di Indonesia. Pada artikel ini kita akan membahas mengenai peluang bisnis apa saja sih yang muncul ketika Pandemi Corona.

 

Kita akan mulai dari peluang bisnis pertama yang muncul pada saat awal pandemi Corona ini muncul yakni penjualan masker.

 

Peluang bisnis ketika pandemi Corona yang pertama kali muncul adalah MASKER. Kita semua mengetahui bahwa masker digunakan oleh masyarakat untuk mencegah penyebaran virus ini melalui pernapasan (hidung), mulut dan mata. Masker dianjurkan untuk digunakan oleh semua orang yang menyebabkan kelangkaan masker pada awal munculnya virus ini di Indonesia.

 

Trend Bisnis Ketika Pandemi Corona
Trend Bisnis Ketika Pandemi Corona

 

Kelangkaan masker pada awal – awal pandemi Corona membuat harganya melambung tinggi bahkan ada beberapa oknum yang sengaja menimbun masker ditengah kelangkaan yang terjadi. Kelangkaan masker pada masa pandemi Corona yang masih terus berlanjut hingga beberapa bulan ke depan membuat banyak pengusaha mulai putar otak untuk menghadapi kelangkaannya.

 

Beberapa bulan setelah stok masker habis bahkan dijual dengan harga yang tidak masuk akal, muncul beberapa alternatif lainnya seperti masker kain. Peluang ini tidak di sia – sia kan oleh beberapa pengusaha yang mulai memproduksi masker dengan berbagai bahan kain. Peluang bisnis ketika pandemi Corona muncul pengusaha baru yang mulai mengalihkan bisnisnya ke produksi masker.

 

Tidak hanya menjadi produsen masker, peluang bisnis ketika pandemi Corona lainnya adalah menjual masker. Tidak hanya produsen masker yang kebanjiran pesanan, namun grosiran masker dan toko yang menjual masker juga memperoleh pundi – pundi rupiah dari trend bisnis ini.

 

Siapa yang menyangka pandemi Corona ini justru bisa memberikan penghasilan dan peluang bisnis baru bagi masyarakat Indonesia. Peluang bisnis ketika pandemi Corona berikutnya adalah memberikan hadiah berupa masker.

 

Tidak hanya memproduksi dan menjual masker, nampaknya trend bisnis yang berhubungan dengan masker juga merambah ke trend giveaway atau pemberian masker secara cuma – cuma oleh berbagai pengusaha. Pemberian masker gratis bisa digunakan sebagai hadiah dalam penjualan produk, maupun sebagai hadiah cuma – cuma dengan berbagai syarat dan ketentuan.

 

Penjualan produk seperti sandal kesehatan Glisten, yang diberikan hadiah masker misalnya, meningkatkan penjualan hingga 2x lipat. Hadiah masker yang diberikan dengan syarat follow akun sosial media, like postingan, dll juga digunakan oleh beberapa pengusaha untuk menambah engagement akun sosial media mereka.

 

Jual Sandal Refleksi Glisten Swiss Terbaik
Jual Sandal Refleksi Glisten Swiss Terbaik

 

Itulah tadi salah satu pembahasan mengenai trend bisnis ketika pandemi Corona dari kami Xplod Company. Beberapa produk dan usaha terbukti masih mengalami kenaikan penjualan dan tidak terlalu terdampak pandemi Virus Corona. Sebagai pengusaha, adalah tugas kita untuk selalu berkembang dan beradaptasi mengikut permintaan pasar dan konsumen untuk tetap terus bertahan.

Lebaran Tahun 2020 Penjualan Sarung Tetap Stabil Di Tengah Pandemi Corona | Grosir Sarung Solo

Pusat Grosir Sarung Wadimor di Kota Solo

Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan di tahun 2020, namun tidak seperti bulan Ramadhan di tahun – tahun sebelumnya, Ramadhan kali ini cukup berbeda. Awal tahun 2020 ditandai dengan adanya pandemi virus Corona yang membuat berbagai lini bisnis berjalan lambat, lesu, bahkan hingga mengalami kebangkrutan.

Ditengah pandemi corona yang masih melanda pada bulan Ramadhan, kita akan membahas mengenai trend penjualan sarung selama bulan Ramadhan. Kami merupakan grosir sarung di Solo yang menjual sarung dengan sistem grosir. Trend perkembangan bisnis dan penjualan sarung akan kita bahas pada artikel ini.

 

Mungkin pada bulan Ramadhan tahun 2020 ini akan berbeda dari tahun – tahun sebelumnya disebabkan oleh pandemi Corona. Pandemi Corona menyebabkan larangan mudik dan berbagai kegiatan di bulan Ramadhan lainnya.

 

Meskipun demikian, jika kita melihat dari sudut pandang bisnis ternyata penjualan sarung pada bulan Ramadhan 2020 ini tetap stabil. Penjualan sarung masih cukup bagus dan mengalami trend kenaikan menjelang bulan Ramadhan. Stok sarung dari kami Grosir Sarung di Solo tetap stabil dengan catatan penjualan yang stabil pula.

 

Pusat Grosir Sarung Wadimor Manik - Manik di Solo
Pusat Grosir Sarung Wadimor Manik – Manik di Solo

 

Hal ini tampaknya tidak terlepas dari fungsi dan kegunaan sarung sendiri. Sarung yang dibeli secara grosir tidak hanya dibeli untuk keperluan pribadi, namun juga keperluan lain. Banyak pihak yang membeli sarung untuk kepentingan lain seperti sumbangan, donasi, bahkan hadiah ketika bulan Ramadhan tiba.

 

Sarung dengan penjualan terbaik dan produk paling variatif masih dipegang oleh brand Wadimor dengan belasan varian yang kini tersedia. Mulai dari sarung Wadimor Citra, sarung Wadimor Penang, sarung Wadimor Aceh dan berbagai jenis sarung Wadimor lainnya laris manis di pasaran.

 

Pusat Grosir Sarung Wadimor di Kota Solo
Pusat Grosir Sarung Wadimor di Kota Solo

 

Penjualan sarung di beberapa pengusaha terlihat stabil, bahkan masih meningkat. Namun ternyata ada juga beberapa pengusaha yang mengalami penurunan penjualan. Hal ini tidak terlepas dari perlakuan PSBB atau Pembatasan Sosial Skala Besar di beberapa wilayah. PSBB ini menyebabkan pusat perbelanjaan harus libur dan tutup dalam beberapa hari.

 

Tutupnya dan sepinya pusat perbelanjaan di beberapa kota yang menjual sarung skala grosir maupun eceran membuat beberapa pengusaha mengalami penurunan penjualan. Dalam skala yang lebih besar ketika kita melihat jumlah penjualan sarung secara online, kita akan mendapati sarung mulai masuk ke dalam produk terlaris di bulan April ini.

 

Kami tidak hanya memberikan informasi seputar perkembangan bisnis dalam penjualan sarung. Kami juga menyediakan sarung dari berbagai jenis dan motif merk Wadimor. Sebagai salah satu grosir sarung di Solo kami dapat menjaga ketersediaan stok sarung kami. Kami juga dapat menjaga stabilitas harga sarung pada bulan Ramadhan tahun 2020. Ikuti perkembangan harga sarung di website kami untuk mengetahui info dan stok terbaru terkait penjualan sarung di bulan Ramadhan 2020 ini.

Follower Shopee Menurun Drastis Bulan April 2020, Mungkinkah Ada Pembersihan Akun?

Banner Toko Online Xplod Company di Shopee Star Seller Shopee

Membahas seluk beluk jual beli online di berbagai platform marketplace dan e-commerce yang ada di Indonesia. Memberikan informasi berita terbaru seputar marketplace dan e-commerce. Pada artikel ini kita akan membahas masalah Follower di Shopee.

 

Di Shopee sebuah akun dapat menggunakan fitur “ikuti” atau “follow” untuk mengetahui update dan informasi terbaru tentang toko favorit. Seperti hal nya sosial media, Shopee juga memiliki fitur FEED dan fitu Follower yang dapat digunakan sebagai acuan apakah toko tersebut populer, terkenal, memiliki banyak peminat maupun tidak. Hal yang cukup mengejutkan terjadi di awal bulan April 2020 ini dimana toko kami mengalami cukup banyak penurunan follower dalam 1 waktu. Apakah yang mungkin terjadi?

 

Belum diketahui pasti apa yang menyebabkan ribuan akun ini “menghilang”. Melihat dari trend dari industri e-commerce dan marketplace sendiri, platform ini sudah banyak disalahgunakan oleh orang lain dan digunakan tidak sesuai peruntukkannya.

 

Ambil contoh praktek jual beli follower yang mendadak muncul di awal tahun 2020 lalu. Dimana ada 1 individu yang menguasai ribuan akun shopee yang dapat digunakan untuk memfollow toko tertentu dengan sejumlah uang. Hal ini tentu saja membuat geram perusahaan marketplace dan e-commerce terkait yang platformnya digunakan untuk tujuan yang tidak semestinya.

 

Banner Toko Online Xplod Company di Shopee Star Seller Shopee
Banner Toko Online Xplod Company di Shopee Star Seller Shopee

 

Pada awal tahun 2020 ini dimana pandemi Covid-19 merebak, platform marketplace dan e-commerce juga banyak digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menjual produk kesehatan dengan harga yang tidak masuk akal. Sebut saja tokopedia yang secara tegas menindak ribuan akun yang menjual produk dengan harga tidak masuk akal pada awal tahun 2020 ini.

 

Melihat dari trend tindakan tegas dan langkah preventif yang diambil oleh berbagai platform marketplace untuk membuat platform mereka tetap aman dan nyaman digunakan sebagai mana mestinya, bukan tidak mungkin Shopee juga melakukan tindakan serupa dengan pembersihan akun.

 

Mengapa disebut pembersihan akun ? Kenyataannya di lapangan, banyak sekali praktek menyimpang yang dilakukan oleh beberapa orang di platform marketplace dan e-commerce. Sebut saja praktek penduplikasian iklan / scraper, praktek jual beli follower dan penjualan palsu. Praktek ini sangat merugikan banyak pihak yang menggunakan marketplace sebagai mana mestinya.

 

Pembersihan akun disini bisa saja merupakan kebijakan Shopee untuk menghapus akun – akun mencurigakan yang kerap diakses oleh 1 individu atau 1 IP Address. Akun seperti ini bisa digunakan dan dijual sebagai follower yang tentu saja membuat persaingan bisnis tidak sehat.

 

Namun belum ada artikel dan pernyataan resmi dari Shopee mengapa banyak akun yang mendadak hilang. Apabila memang dilakukan pembersihan, hal ini membuat kompetisi bisnis menjadi bersih kembali dan tidak ada praktek menyimpang. Banyak dari kita sebagai penjual online yang berharap bahwa berbagai praktek menyimpang di marketplace dan e-commerce bisa lebih cepat diantisipasi dan diambil tindakan tegas agar platform marketplace kembali menjadi tempat yang aman untuk bertransaksi, dan tempat yang nyaman untuk berjualan.